Pegagan HS

PEGAGAN HS

Price: Rp. 90.000
Kemasan: 50 Kapsul
BPOM TR 123362601

Order NOW Order NOW

Secara tradisional digunakan untuk membantu sirkulasi darah, kesehatan dan kecerdasan otak, meningkatkan daya ingat, anti radang, anti stress dll

Terjual: 167

Rating:

Pegagan HS

Pegagan HS diracik khusus dari bahan utama berupa daun pegagan (latin: Centella Asiatica) yang secara tradisional digunakan untuk membantu sirkulasi darah dan menjaga kesehatan.

Pegagan atau Centella Asiatica sebenarnya merupakan tanaman liar yang tumbuh di perkebunan, tepi jalan, pematang sawah ataupun di ladang yang agak basah. Tanaman ini banyak ditemukan dengan warna merah dan hijau. Tanaman Pegagan yang tumbuh di Indonesia ini banyak dimanfaatkan untuk kesehatan bagi penduduk lokal, antara lain untuk melancarkan sirkulasi darah, menambah kecerdasan otak, anti radang dll.

Pegagan / baik untuk Anti infeksi, penurun panas, peluruh air seni, regenerasi sel dan memperbaiki sirkulasi dengan revitalisasi pembuluh darah (mempertinggi permeabilitas kapiler), tonikum dan astringen (memperbaiki fungsi membran dan mengikat molekul-molekul protein untuk mengurangi iritasi dan peradangan serta pertahanan terhadap infeksi).

Manfaat pegagan untuk kecerdasan otak [1]

Seperti ginkgo biloba, manfaat daun pegagan berguna untuk meningkatkan memori, kesehatan dan kecerdasan otak. Manfaat daun pegagan dapat digunakan sebagai teh, sirup atau kapsul.

Meskipun ramuan ini digunakan untuk berbagai tujuan bervariasi di seluruh dunia, yang utama dan yang paling umum adalah untuk membantu daya ingat (Suparyo, 2014).

Kandungan kimia pegagan antara lain asiaticoside, asiatic acids, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti K, Na, Mg, Fe (Wijayakusuma et al., 1994; Lasmadiwati et al., 2004), minyak atsiri (1%), pektin (17.25%) dan vitamin B (Santa dan Bambang, 1992).

Pegagan dapat meningkatkan fungsi kognitif dan oksidatif stress yang diinduksi dengan streptozotocin secara intracerebroventricular (i.c.v) pada tikus dengan penyakit Alzheimer. Fungsi kognitif adalah kemampuan berpikir dan memberikan rasional, termasuk proses belajar, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan.

Banyak peneliti yang menyatakan bahwa pegagan dapat meningkatkan fungsi kognitif, salah satunya adalah penelitian (Gupta dan Khumar, 2003) yang menyatakan bahwa ekstrak cair pegagan dapat meningkatkan fungsi kognitif yang berada pada dosis 200 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB. Fungsi kognitif yang dimaksud adalah untuk meningkatkan daya ingat. Adanya kandungan Brahminoside pada daun pegagan dapat meningkatkan daya ingat dan kecerdasan otak.

Brahminoside adalah senyawa yang memiliki protein penting bagi sel otak. Protein merupakan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk membentuk jaringan otot. Jika jaringan terbentuk secara baik maka sel satu dengan sel lainnya akan bekerja dengan baik pula. Hal ini akan menyebabkan otak berfungsi lebih baik dari biasanya.

Senyawa Brahminoside juga dapat memberikan efek relaksasi dan mengatasi kelelahan. Jika tubuh mengalami kelelahan maka otak tidak dapat bekerja secara efektif. Oleh karena itu, kandungan Brahminoside sangat berperan dalam proses peningkatan kerja otak (Iraa, 2015).

Dalam penelitian oleh Rao et al (2005) dalam jurnal Sains, Teknologi, dan Kesehatan oleh Marliani (2011) yang membuktikan bahwa penambahan ekstrak pegangan memberikan pengaruh positif pada otak tikus. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa aggresivitas dan kemampuan motorik tikus tersebut meningkat secara signifikan di dalam labirin.

Efek positif pada fungsi kognitif otak dimungkinkan terjadi karena pengaruhnya terhadap sistem kolinergik dan juga mempengaruhi morfologi saraf. Mekanisme yang sesungguhnya masih belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan hal ini disebabkan karena adanya stimulasi aktivitas neurosekretori dari saraf kolinergik.

Beberapa studi telah menemukan bahwa tanaman ini memiliki sifat ringan untuk mengurangi kecemasan dan stres (karena mekanisme kolinergik) yang dapat meningkatkan fungsi kognitif. Selain di atas, pegagan dapat membantu meningkatkan sirkulasi ke otak dan melindunginya dari kerusakan akibat oksidasi akibat penuaan.

Akan tetapi, pegagan tidak boleh dikonsumsi lebih dari 6 minggu. Jika dikonsumsi secara berlebihan akan menimbulkan efek samping, seperti: gangguan fungsi hati dan efek samping berupa sakit perut, mual, gatal-gatal, dan kantuk. Maka, jika ingin mengkonsumsi pegagan di anjurkan mengkonsumsi dengan tidak berlebihan.

Anjuran Pakai

Saran Penggunaan:

Diminum 1jam sebelum makan. Atau bila memiliki masalah lambung, minum 1jam setelah makan.

  1. Untuk pengobatan gunakan dosis 3x2kapsul
  2. Untuk penjagaan kesehatan : 2 x 1kapsul sehari

Kontra Indikasi :

  1. Pegagan tidak boleh digunakan pada anak-anak dibawah 2 tahun, wanita hamil, ibu menyusui dan usia lanjut.
  2. Konsumsi Pegagan tidak boleh di konsumsi lebih dari 6 pekan tanpa pengawasan ahli kesehatan. Setelah penggunaan 6 pekan, hentikan konsumsi selama 2 pekan

Konsumsi Pegagan Dalam 6 Pekan

Pemakaian Pegagan secara terus menerus tidak dianjurkan lebih dari 6 pekan. Bila ingin melanjutkan, berikan jeda waktu selama 2 pekan. Kandungan Asiaticoside pada pegagan pada sebuah penelitian ilmiah telah menyebabkan terjangkitnya tumor pada tikus, tapi hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut (HealthandAge.com). Dengan demikian orang yang mempunyai bakat sel tumor atau kanker tidak dianjurkan konsumsi Pegagan.

Waspada timbulkan efek hipotensi [2]

Disamping itu Pegagan HS memiliki kandungan zak aktif berupa Triterpenoid dan Brahmoside. Efek jangka panjang dari zat aktif tersebut bila dipakai secara terus menerus akan mengakibatkan Hipotensi atau darah rendah dengan gejala antara lain :

  1. Jantung berdebar kencang atau tidak teratur
  2. Pusing
  3. Lemas
  4. Mual
  5. Kehilangan keseimbangan atau merasa goyah
  6. Pandangan buram
  7. Pucat dan badan dingin
  8. Napas pendek atau cepat
  9. Pingsan
  10. Dehidrasi

Demikian juga dengan wanita hamil tidak dianjurkan mengkonsumsi pegagan karena bisa terjadi keguguran spontan. Pegagan tidak direkomendasikan untuk bayi, maka wanita yang sedang menyusui dianjurkan untuk tidak mengasup pegagan.

Adapun untuk usia lanjut diatas 65 tahun dianjurkan memakan dosis setengah takaran standar. Untuk pemakaian yang serius, sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli herbal terlebih dahulu.


Sumber artikel:
hnipioneer.com/produk/pegagan

Disclaimer:
Artikel ini hanya untuk keperluan informasi semata, tidak bisa digunakan sebagai saran pengganti dokter atau herbalis Anda.